Sabtu, 14 April 2012

Asas Dasar Ilmu Lingkungan



Ilmu lingkungan, ilmu yang sudah berkembang dan mengeluarkan banyak hasil, model dan teori yang semakin meningkat jumlahnya harus didasari oleh asas yang kokoh dan kuat.
Asas 1, semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain, tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.
asas ini menerangkan bahwa energi itu dapat diubah-ubah. Dan semua energi yang memasuki jasad hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau yang terlepaskan.
Asas 2, Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien. Meskipun energi itu tak pernah hilang, tetapi energi tersebut akan terus diubah kedalam bentuk yang kurang bermanfaat. Contoh: energi yang diambil oleh hewan untuk keperluan hidupnya adalah dalam bentuk yang padat dan bermanfaat, tetapi terbuang tanpa guna karena energi yang dikeluarkan banyak sekali untuk mengejar mangsanya.
Asas 3, Materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumber alam.
asas 3 ini mempunyai implikasi penting bagi masa depan kesejahteraan hidup manusia. Misalnya hubungan manusia dengan energi, pada awal sejarah kelahirannya dimuka bumi secara langsung atau tak langsung manusia bergantung kepada matahari sebagai sumber energi. Kemudian ia mengalihkan ketergantungannya kepada minyak dan gas bumi sebagai sumber energi. Akan segera menurun dengan sangat tragis, apabila minyak dan gas bumi habis persediaannya didalam tanah.
kini, waktu adalah sumber alam yang sangat berharga bagi manusia sehubungan dengan pencarian ganti sumber energi minyak dan gasbumi.
Asas 4, Untuk semua kategori sumber alam, kalau pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam itu sampai ke suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak akan ada pengaruh yang menguntungkan lagi. Untuk semua kategori sumber alam (kecuali keanekaragaman dan waktu) kenaikan pengadaannya yang melampaui batas maksimum, bahkan akan berpengaruh merusak karena kesan peracunan. Ini adalah asas penjenuhan. Untuk banyak gejala sering berlaku kemungkinan penghancuran yang disebabkan oleh pengadaan sumber alam yang sudah mendekati batas maksimum.
asas ini mengandung arti, bahwa pengadaan sumber alam mempunyai batas optimum, yang berarti pula batas maksimum.
Asas 5, Ada dua jenis sumber alam dasar, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan seterusnya dan yang tak mempunyai daya rangsang penggunaan lebih lanjut.
Misal: ada suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber bahan makanan. Kemudian diketahui, bahwa suatu jenis makanan tiba2 menjadi sangat banyak jumlahnya di alam, maka hewan tersebut akan terangsang untuk penggunaan seterusnya.
Asas 6, Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung berhasil mengalahkan saingannya itu.
Kenaikan kepadatan populasi menimbulkan persaingan, maka makhluk hidup yang kurang mampu beradaptasi, akan kalah dalam persaingan. Dapat dikatakan pula bahwa makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkunganlah yang akan lebih berhasil daripada mereka yang tak dapat menyesuaikan diri.
Asas 7, Kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.
Mudah diramal dalam asas 7 artinya ialah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan dalam suatu periode yang relatif lama. Lingkungan yang stabil secara fisik merupakan sebuah lingkungan yang terdiri atas banyak spesies, dari yang umum hingga yang jarang dijumpai. Kalau faktor lingkungan berubah sampai tak dapat diramal lagi, sehingga terjadi pengaruh pengurangan jumlah individu, akan terancamlah spesies yang populasinya jarang.
Asas 8, Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson, bergantung kepada bagaimana nicia (keadaan lingkungan yang khas) dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
Whittaker mencatat, bahwa reaksi nicia burung terhadap sifat struktur komunitas relatif luas, juga mempunyai kesamaan keperluan akan jenis makanannya. Oleh karena itu burung dapat hidup dalam suatu keadaan lingkungan yang luas.
Asas 9, Keanegaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitas.
Asas ini mengandung arti, bahwa efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi itu dalam suatu komunitas.
Asas 10, Pada lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.
Dalam asas 10 tersimpul bahwa sistem biologi menjalani evolusi yang mengarah kepada peningkatan efisiensi penggunaan energi dalam lingkungan fisik yang stabil, yang memungkinkan berkembangnya keanekaragaman.
Contoh yang menunjukkan adanya maksimasi efisiensi penggunaan energi dan minimasi pemborosan energi dalam perjalanan evolusi organisme hidup (ekosistem).
Hukum Allen, adanya kecenderungan pemendekan anggota tubuh dibandingkan dengan berat tubuh hewan didaerah dingin untuk menurunkan rasio luas permukaan atau berat tubuh itu.
Asas 11, Sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksplotasi sistem yang belum mantap (belum dewasa).
asas ini dapat dipakai untuk menerangkan bagaimana banyak orang muda dari ladang, kampung dan kota kecil mengalir berkelana ke kota besar, karena keanekaragaman kehidupan kota besar yang melebihi tempat asalnya.
Asas 12, Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung kepada kepentingan relatifnya didalam keadaan suatu lingkungan. Jadi dalam sebuah ekosistem yang sudah mantap dalam habitat (lingkungan) yang sudah stabil, sifat responsif terhadap fluktuasi faktor alam yang tak diduga-duga ternyata tak diperlukan. Yang berkembang justru adaptasi peka dari perilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu.
Asas 13, Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh lagi.
akan terjadi kenaikan jumlah spesies dan varitas pada rantai makanan dalam komunitas. Artinya dalam komunitas yang mantap, jumlah jalur energi yang masuk melalui ekosistem meningkat. Dan bila sesuatu yang buruk terjadi pada satu jalur, maka kemungkinan jalur lain mengambil alih lebih besar, dibandingkan dengan komunitas yang belum mantap. Jadi resiko dibagi secara merata pada ekosistem yang mantap itu, sehingga kemantapan lebih terjaga.
Asas 14, Derajat pola keteraturan turun naiknya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan mempengaruhi populasi itu.

Leave a Reply

 
 

Blog Archive

Daftar Blog Saya

Blogger news